BajambaNews.Com | ArtaSariMediaGroup ~ Suasana penuh kehangatan dan religiusitas menyelimuti kawasan Agro Wisata Kulong Kero, Desa Padang, saat Festival Rebana Padang Bersholawat 2025 resmi dibuka pada Jumat, 5 Desember lalu.
Acara yang pertama kali digelar di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) ini menjadi ajang penting bagi pelestarian budaya Islami, sekaligus sebagai wadah bagi para penggemar seni rebana dari seluruh Pulau Belitong.
Festival ini diikuti oleh 22 grup rebana dari Kabupaten Beltim dan Kabupaten Belitung, yang menampilkan berbagai irama dan gerakan khas dalam memuliakan syiar Islam melalui lantunan doa dan shalawat.
Menguatkan Identitas Budaya dan Nilai Keislaman
Wakil Bupati Beltim, Khairil Anwar, yang secara resmi membuka acara festival ini, menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk berkompetisi, tetapi juga sebagai sarana untuk melestarikan budaya Islami yang kental dengan tradisi masyarakat.
Dalam sambutannya, Khairil menekankan pentingnya festival ini sebagai bagian dari upaya mempererat tali silaturahmi antar warga, serta untuk menanamkan nilai agama kepada masyarakat luas.
“Festival ini menjadi sarana untuk melestarikan budaya Islami, mempererat tali silaturahmi, dan menanamkan nilai agama kepada masyarakat.
Saya berharap kegiatan ini bukan hanya sebatas kompetisi, tapi lebih dari itu, sebagai bentuk apresiasi terhadap seni rebana padang yang sudah menjadi identitas budaya kita,” ucap Khairil dengan penuh semangat.
Wakil Bupati juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan festival sebagai ajang yang penuh kebersamaan dan sportivitas, bukan semata-mata untuk mengejar kemenangan semata.
“Mari jalani festival ini dengan semangat kebersamaan, bukan sekadar mengejar kemenangan, tapi untuk lebih mengapresiasi dan mengembangkan seni rebana yang kita cintai ini,” tambahnya.
Festival Ini Jadi Langkah Awal untuk Agenda Tahunan
Dalam kesempatan tersebut, Khairil Anwar menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Belitung Timur untuk terus mendukung kegiatan seni dan budaya yang dapat memperkuat karakter masyarakat.
Ia mengungkapkan bahwa festival ini akan dijadikan sebagai agenda tahunan yang diharapkan dapat berkembang lebih besar di tahun-tahun mendatang.
“Pemerintah Kabupaten Beltim sangat mendukung kegiatan seperti ini yang tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga sebagai sarana untuk menggali potensi seni budaya lokal. Kami sangat mengapresiasi Pemdes Padang yang telah menyelenggarakan festival ini.
Semoga ke depan, kita bisa mempersiapkan piala bergilir dan melibatkan lebih banyak generasi muda agar tradisi ini tidak terputus,” ungkap Khairil.
Pernyataan ini disambut positif oleh peserta dan masyarakat yang hadir. Mereka berharap festival ini bisa menjadi ruang bagi generasi penerus untuk mengembangkan bakatnya di bidang seni budaya Islami, sekaligus memperkenalkan seni rebana kepada khalayak yang lebih luas.
Keterbukaan Terhadap Partisipasi Antar Kabupaten
Samsul Hairan, Ketua Panitia Festival Rebana Padang Bersholawat 2025, menjelaskan bahwa ajang ini digelar dengan tujuan untuk mempererat silaturahmi antar masyarakat, sekaligus sebagai syiar budaya Islami di Pulau Belitong.
Samsul juga menambahkan bahwa meski awalnya festival ini direncanakan hanya untuk peserta dari Kabupaten Beltim, namun tingginya antusiasme masyarakat dari Kabupaten Belitung membuat panitia akhirnya membuka kesempatan untuk peserta dari wilayah tetangga.
“Total ada 22 grup yang ikut serta, dengan 7 grup dari Belitung dan 15 grup dari Beltim. Awalnya panitia hanya berencana mengundang peserta dari Beltim saja, tetapi setelah melihat antusiasme dari masyarakat Belitung, akhirnya kami mengundang mereka untuk ikut serta. Ini menjadi bukti bahwa festival ini bukan hanya untuk satu kabupaten, tetapi untuk seluruh Pulau Belitong,” ujar Samsul Hairan.
Membawa Dampak Positif untuk Masyarakat
Festival ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang penguatan komunitas dan perayaan kebersamaan. Melalui ajang ini, seni rebana yang menjadi tradisi panjang di Pulau Belitong semakin mendapat tempat di hati masyarakat, terutama dalam menjaga nilai-nilai agama Islam.
Tidak hanya itu, festival ini juga menjadi ajang penting untuk memperkenalkan warisan budaya kepada generasi muda, serta menciptakan ruang bagi mereka untuk mengekspresikan kreativitas.
Dalam setiap penampilan, grup-grup rebana tidak hanya menampilkan kemahiran dalam memainkan alat musik, tetapi juga menghidupkan kembali semangat spiritualitas dan keagamaan yang terkandung dalam lantunan shalawat dan doa.
Hal ini tentunya memberikan dampak positif dalam memperkuat identitas budaya sekaligus menciptakan atmosfer religius di tengah masyarakat.
Harapan untuk Masa Depan
Festival Rebana Padang Bersholawat 2025 diharapkan dapat menjadi awal dari tradisi baru yang melibatkan lebih banyak masyarakat di masa depan.
Ke depannya, selain menghadirkan kompetisi antar grup rebana, juga akan lebih banyak acara yang melibatkan partisipasi generasi muda dan meningkatkan sinergi antara berbagai kalangan, termasuk pemerintah daerah dan lembaga keagamaan.
Dengan komitmen dari Pemerintah Kabupaten Beltim, festival ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang semakin besar dan meriah, tidak hanya menjadi ajang seni budaya, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat kerukunan antar umat beragama, meningkatkan rasa persaudaraan, serta menumbuhkan semangat gotong royong di seluruh wilayah Pulau Belitong.
Dengan semangat kebersamaan dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, Festival Rebana Padang Bersholawat 2025 tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga menjadi penanda penting dalam perjalanan panjang memperkenalkan dan melestarikan seni budaya Islam di Pulau Belitong. | BajambaNews.Com | */Redaksi | *** |

1 Comment
oke