BajambaNews.Com | ArtaSariMediaGroup ~ Dalam rangka mempererat hubungan antara instansi pemerintah dan pelaku usaha, Bea Cukai Pangkalpinang menggelar agenda Customs Visits Customer dengan mengunjungi salah satu eksportir lada terkemuka, CV Rahman Al Assad, yang berbasis di Pangkalpinang.
Kunjungan ini dipimpin oleh Agung Hermawan, Fungsional dari Unit Kehumasan Bea Cukai, yang bertujuan untuk menggali lebih dalam proses bisnis, perkembangan pasar, serta memberikan informasi terkait program-program kerja Bea Cukai yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
CV Rahman Al Assad merupakan salah satu perusahaan yang berperan penting dalam industri ekspor lada dari Pulau Bangka, yang dikenal dengan kualitas lada putihnya yang sudah mendunia.
Dalam pertemuan ini, tim Bea Cukai tidak hanya membahas aspek administrasi dan regulasi ekspor, tetapi juga berdialog mengenai tantangan dan peluang yang dihadapi oleh para eksportir lada di tengah dinamika pasar global.
Lada Bangka : Dari Komoditas Kolonial Hingga Penghasil Ekspor Utama
Kehadiran lada sebagai komoditas unggulan Bangka Belitung bukanlah hal baru. Sejak abad ke-17, lada telah menjadi salah satu komoditas termahsyur dari kawasan ini, bahkan sudah menjadi bagian integral dari sejarah perdagangan dunia.
Pada abad ke-18, lada putih Muntok, yang dihasilkan dari Pulau Bangka, terkenal di seluruh dunia karena kualitasnya yang sangat baik dan rasa pedas yang khas.
Pada masa kejayaannya, pada dekade 1920-an hingga 1930-an, lada dari Bangka mendominasi pasar ekspor global dan menjadi komoditas utama yang sangat dicari di Eropa, Timur Tengah, dan Asia.
Lada Bangka ini kemudian menjadi simbol kekayaan alam yang diperdagangkan dengan harga tinggi, bahkan menjadi pusat produksi lada dunia.
Muntok, yang terletak di Pulau Bangka, mendapat julukan sebagai “Lumbung Lada Dunia” pada masa itu, karena penghasilannya yang melimpah.
Hingga kini, meskipun pasar global terus berkembang dengan komoditas-komoditas baru, lada Bangka tetap mempertahankan tempatnya sebagai salah satu bahan baku penting dalam industri kuliner dan rempah-rempah internasional.
Membangun Sinergi antara Bea Cukai dan Eksportir
Kunjungan Bea Cukai Pangkalpinang ke CV Rahman Al Assad merupakan bagian dari upaya untuk mempererat hubungan dengan para pelaku usaha, serta memahami kebutuhan dan tantangan yang dihadapi dalam proses ekspor.
Dalam dialog tersebut, Agung Hermawan menyampaikan beberapa program kerja Bea Cukai yang mendatang, termasuk kemudahan dalam proses administrasi ekspor-impor dan sosialisasi mengenai kebijakan perdagangan internasional.
“Bea Cukai berkomitmen untuk mendukung para pelaku usaha, termasuk eksportir lada, dalam menjalankan kegiatan ekspor mereka dengan lancar dan efisien.
Kami ingin memastikan bahwa proses administrasi yang terkait dengan ekspor barang, terutama komoditas strategis seperti lada,
dapat berjalan dengan lebih mudah dan transparan,” kata Agung Hermawan.
Selain itu, Agung juga menggali lebih dalam mengenai tantangan yang dihadapi oleh CV Rahman Al Assad dalam memasuki pasar global yang semakin kompetitif.
Pihak perusahaan menjelaskan beberapa tantangan terkait dengan regulasi perdagangan internasional dan fluktuasi harga pasar.
Dalam hal ini, Bea Cukai berperan untuk memberikan edukasi dan informasi terkait kebijakan yang relevan, serta menawarkan solusi terbaik untuk mempermudah kelancaran ekspor lada dari Pulau Bangka.
Pentingnya Pelestarian Kualitas Lada Bangka
Tidak hanya soal pasar dan kebijakan, CV Rahman Al Assad juga berbicara mengenai upaya pelestarian kualitas lada yang menjadi ciri khas Pulau Bangka.
Mengingat sejarah panjang lada sebagai komoditas unggulan, perusahaan ini terus berusaha menjaga mutu dan cita rasa lada yang telah dikenal dunia.
“Sebagai eksportir lada, kami memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga kualitas produk kami agar tetap unggul di pasar internasional.
Lada Bangka harus tetap mempertahankan ciri khas dan kualitas yang membuatnya berbeda dari komoditas lada lainnya,” ujar perwakilan CV Rahman Al Assad.
Menurutnya, kualitas lada Bangka tidak hanya ditentukan oleh proses budidaya, tetapi juga oleh faktor-faktor lainnya, seperti cara pengolahan dan pengemasan yang tepat.
Oleh karena itu, kerja sama antara pemerintah, khususnya Bea Cukai, dan pelaku usaha lokal sangat penting dalam menjaga daya saing lada Bangka di pasar internasional.
Tantangan Globalisasi dan Peluang Baru untuk Lada
Di era globalisasi yang semakin pesat, tantangan terbesar bagi para eksportir lada, termasuk CV Rahman Al Assad, adalah menjaga daya saing di pasar global yang terus berkembang.
Dalam hal ini, teknologi dan inovasi menjadi kunci untuk memastikan produk lada tetap diminati oleh konsumen internasional.
Selain itu, perubahan tren konsumsi global yang semakin mengarah pada produk yang organik dan ramah lingkungan juga menjadi peluang baru bagi komoditas lada.
Dengan memanfaatkan tren ini, eksportir lada dari Bangka dapat menawarkan produk yang tidak hanya unggul dalam rasa, tetapi juga memenuhi standar global terkait keberlanjutan dan ramah lingkungan.
Membangun Ekosistem Ekspor yang Lebih Terhubung
Kunjungan Bea Cukai ke CV Rahman Al Assad adalah salah satu upaya nyata untuk menciptakan ekosistem ekspor yang lebih terhubung dan saling mendukung.
Bea Cukai Pangkalpinang melalui program Customs Visits Customer berharap dapat memahami lebih dalam mengenai kebutuhan eksportir, sekaligus memberikan informasi terkait kebijakan terbaru yang dapat membantu kelancaran proses ekspor.
“Dengan terus menjalin komunikasi dan sinergi yang baik antara Bea Cukai dan pelaku usaha, kita bisa membangun ekosistem ekspor yang lebih baik, lebih transparan, dan lebih efisien.
Ini akan membuka peluang yang lebih besar bagi produk lokal, termasuk lada, untuk menembus pasar internasional,” tambah Agung Hermawan.
Lada Bangka yang telah lama menjadi bagian dari sejarah perdagangan dunia, kini terus berusaha mempertahankan eksistensinya di pasar global.
Dengan dukungan pemerintah melalui Bea Cukai, serta komitmen dari para eksportir seperti CV Rahman Al Assad untuk menjaga kualitas produk, lada dari Bangka diharapkan dapat terus bersaing dan berkembang.
Kunjungan ini menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi ekspor, serta menjaga kelestarian salah satu komoditas tradisional Indonesia yang telah mendunia. | BajambaNews.Com | */Redaksi | *** |

1 Comment
oke